left5
ArtikelYogyakarta

Wisata Kuliner Jogja

Gudeg Pawon

gudeg pawon

Wisata Kuliner ini terletak di Jalan Janturan UH/IV No.36, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Cikal bakal Pawon mulai ada sejak 1958. Waktu itu, Bu Prapto Widarso, jualan berpindah-pindah, dari Gondomanan, terminal, dan Pasar Sentul tiap pukul tiga subuh. Pelanggan setia awalnya adalah penjual dan pembeli di pasar yang memilih gudegnya sebagai sarapan sebelum beraktivitas. Oleh karena antusiasme pelanggan yang sampai menyusul ke rumah bila Bu Prapto belum sampai di tempat jualannya, akhirnya pada tahun 2000, ia memilih berjualan di rumah saja. Di dapur tepatnya. Jam buka yang awalnya setia dengan pukul tiga subuh, semakin maju dan maju. Inilah awal usaha yang sekarang diteruskan anak keduanya, Pak Sumarwanto, yang percaya, menurut saran petuah Ibunya, bahwa kerja itu tidak perlu ngoyo-ngoyo. Inilah sebabnya, pintu dapurnya rata-rata hanya terbuka dua jam sebelum akhirnya tertutup kembali. Namun tentu, gudeg ini cepat habis bukan karena jumlah porsinya terbatas saja, tapi juga rasanya. Jam buku Gudeg pawon ini juga sangat beda dari yang lain, karena buka pada malam hari mulai jam 20.00 WIB – habis. Tapi jangan heran kalau nanti banyak antrian yang panjang jika ingin menikmati masakan ini. Gudeg yang biasa disebut “gudeg artis” dkarena banyak artis menyantap gudeg di sini.

Sate Klathak

sate klathak

Sate Klathak salahsatu makanan Jogja yang sering jadi tempat wisata kuliner paling ramai. Di Jogja sendiri ada 2 Sate Klathak yang terkenal yaitu “Sate Klathak Pak Pong” dan “Sate Klathak Pak Bari”. Keduanya mempunyai rasa dan ciri khas sendiri, tapi yang beda dari sate-sate yang lain adalah tusuk sate yang terbuat dari besi ruji sepeda karena biasanya sate-sate pada umumnya tusuk terbuat dari kayu/bambu.

  • Sate Klathak Pak Bari

Sate Klathak Pak Bari ini sangat terkenal. Di sini pernah menjadi tempat syuting film Ada Apa dengan Cinta (AADC) 2, warung sate yang terletak Jl. Kedaton, Pleret, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Buka setiap hari pukul 18.30-01.00 WIB ini ramai dikunjungi pembeli. Meja kayunya pun memberi sentuhan tersendiri untuk interior warung yang semi terbuka ini. Kalau meja penuh, Anda bisa memilih duduk lesehan di tikar-tikar yang telah disediakan. Tidak perlu menunggu lama, seporsi sate klatak segera terhidang, bisa dimakan begitu saja atau dengan nasi. Kuahnya juga gurih.

  • Sate Klathak Pak Pong

Warung sate klatak Pak Pong cukup luas karena terdiri atas beberapa area : area dalam, saung, dan semi terbuka. Warung sate ini juga dekat dengan Stadion Sepakbola (Stadion Pacar/Stadion Persiba) Pelayannya pun banyak sehingga pengunjung tidak perlu menunggu pesanan terlalu lama. Dagingnya empuk dan gurih, tidak sekadar asin. Bagi yang tidak suka lemak dan kulit, bisa minta disisihkan. Sate Klathak Pak Pong terletak di Jl. Imogiri Timur KM. 10, Wonokromo, Pleret, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dan buka setiap hari 10.00-00.00 WIB.

Mie Lethek Mbah Mendes

mie lethek

Kuliner yang enak di Yogyakarta yakni Mie Lethek Mbah Mendes. Mie Lethek maksudnya mie-nya kotor. Lethek artinya kotor. Namun bukan karena mie-nya kotor, melainkan warnanya yang hitam pekat. Di sini kita bisa makan mie rebus, goreng, atau mie dicampur nasi. Ditambah lagi suwir daging ayam kampung. Terletak di Jl. P. Mangkubumi No.22, Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta dan jam buka mulai 16.00-tutup.

Menu mi lethek godog hampir menyerupai bakmi jawa godog. Mi lethek dimasak bersama sejumlah sayuran seperti loncang, sledri, wortel, serta tambahan telur, dan daginga ayam kampung. Untuk kuah digunakan kaldu ayam kampung yang rasanya benar-benar gurih. Meski tanpa menggunakan msg, menu ini begitu terasa gurih dan nendang. Hal ini karena racikan yang pas dari beberapa bumbu yang digunakan. Di Mi Lethek Mbah Mendes juga menyediakan nasi goreng, tetapi nasi yang digunakan terbuat dari jagung yang juga rendah gluten sehingga baik untuk kesehatan.

Mangut Lele Mbah Marto

mangut lele

Kalau lagi di Yogyakarta, jangan lupa mencoba Mangut Lele Mbah Marto. Kuliner enak ini bisa kamu temukan di daerah belakang ISI Yogyakarta, tepatnya Ngireng-ireng, Sewon, Panggungharjo, Bantul. Seporsi mangut berisi nasi, sambal goreng krecek, serta lele yang diberi bumbu mangut. Rasanya nikmat banget karena dimasak menggunakan tungku. Mangut lele yang legendaris di Jogja ada satu nama yakni warung dari Mbah Marto. Lokasi kuliner di Jogjakarta ini sudah mulai beroperasi sejak tahun 1960-an yang lalu. Tidak hanya langsung menyantap mangut lele saja, kamu yang datang ke Mangut Lele Mbah Marto juga bisa secara langsung menyaksikan proses pembuatannya. Para pengunjung yang datang bisa melihat proses pemasakan mangut lele yang diolah dalam kuali besar di atas tungku kayu. Dan mungkin inilah yang menjadi salah satu resep Mangut Lele Mbah Marto bisa langgeng sampai sekarang ini, proses pemasakannya masih sangat tradisional dengan menggunakan kayu bakar.

Bakmi Jowo Mbah Gito

bakmi jowo

Bakmi Jawa merupakan makanan khas di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kuliner yang disajikan bersama suwiran daging ayam kampung dan telur ini sangat mudah ditemukan. Salah satu yang paling terkenal adalah Bakmi Jowo Mbah Gito, terletak Jl. Nyi Agengnis No.9, Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ya, pertama kali datang ke Bakmi Jowo Mbah Gito, kami langsung disambut dengan sebuah bangunan yang didominasi interior serba kayu. Bahkan penyangga bangunan pun menggunakan potongan kayu jati hingga terkesan seperti gubug. Seporsi bakmi godog di Bakmi Jowo Mbah Gito terdiri dari mi kuning berukuran cukup tebal, suwiran daging ayam kampung, dan cacahan kubis yang direbus dengan kuah gurih. Menariknya, setiap pesanan bakmi godog dimasak satu per satu menggunakan anglo tradisional. Anglo sendiri adalah sejenis tungku tradisional yang terbuat dari tanah liat.

Oseng Mercon Bu Narti

oseng mercon

Kamu pecinta pedas? Oseng mercon di warung Bu Narti bisa dicoba. Oseng ini merupakan makanan yang dibuat dari bahan tetelan daging sapi, kikil, gajih, kulit, dan tulang yang ditumis. Bedanya dengan yang lain, oseng mercon dimasak dengan cabe rawit dalam jumlah banyak. Terletak di Jl. KH. Ahmad Dahlan Jl. Purwodiningratan No.110, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mercon, yang dalam Bahasa Indonesia adalah petasan menjadi nama kuliner bukan tanpa sebab. Buntelan mesiu yang sering dipakai dalam perayaan Imlek dan meramaikan lebaran ini seolah meledakkan dirinya di mulut. Seperti pejuang berani mati yang mengantar bom ke sarang musuh. Begitulah oseng-oseng racikan Bu Narti meluluh lantakkan kita. Membuat mata melotot, terengah-engah sambil mengipas lidah, hingga gobyos kotos-kotos, peluh bercucuran membasahi.

Ayam Geprek Bu Rum

ayam geprek

Ayam geprek juga hadir di Yogyakarta. Yang terkenal di sini yakni Ayam Geprek Bu Rum yang terletak ke Jalan Wulung Lor, Papringan, Depok, Sleman. Uniknya, ayam geprek di sini disajikan bersama kuah tongseng segar. Salah satu hidangan favorit banyak orang, terutama mahasiswa yang tinggal di Jogja. Hidangan ini berupa ayam krispi yang di geprek atau di tumbuk kasar di atas alu bersama cabai, tomat, bawang putih dan terasi. Saat ini, warung-warung makan penyedia ayam geprek telah menjamur di mana-mana. Namun, dari sekian banyak warung tersebut, Ayam Geprek Bu Rum menjadi salah satu warung yang populer. Seporsi ayam geprek lengkap dengan sayur dan kuah tongseng begitu nikmat menggoda. Tak heran jika pada jam makan siang, pembeli rela antri untuk dapat menikmatinya.

Serabi Kocor Bu Ngadinem

serabi kocor

Yogyakarta juga punya kuliner serabi yang enak. Namanya Serabi Kocor Bu Ngadinem yang terletak di Jalan Bantul Km. 6, Dusun Nyemengan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan. Serabi ini dimasak di atas anglo dengan kayu bakar sebagai bahan bakarnya. Meski tak banyak, jajanan lawas serabi kocor masih bertahan di tengah bermunculannya jajanan kekinian. Bu Ngadinem berjualan di bangunan sederhana di tepi jalan Bantul, setiap hari mulai pukul 15.00 hingga sekitar pukul 19.00. Di tempat ini disediakan tikar untuk yang ingin makan di tempat. Rasa serabi yang khas tak lepas dari alat-alat yang digunakan untuk membuatnya. Adonan serabi yang antara lain terbuat dari tepung beras, kelapa muda, dan garam masih diolah dengan menggunakan peralatan tradisional. Bu Ngadinem mulai berjualan serabi kocor sejak krisis moneter melanda sekitar tahun 1998. Serabi disajikan dalam mangkuk, disiram dengan kuahnya. Rasanya yang khas membuat penganan ini memiliki penggemarnya sendiri. Selain serabi kocor, Bu Ngadinem juga menjual wedang bajigur. Harganya murah saja, baik serabi maupun wedang bajigur Rp 2500 per porsi.

Jika kalian ingin bertanya atau berkonsultasi tentang Paket Wisata, kalian bisa langsung menghubungi kami gratis via Telp/SMS/WA:

0811-2827-314 0811-2827-315

Atau kalian juga bisa datang langsung ke Outlet kami di:

Jl. Wonosari km 7.5 Mantup, Banguntapan, Yogyakarta
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *